Melanie Mooi – Cumi Rebus

tapi tidak setia ku takut-takut lagi / takut ketipu lagi / banyak yang janji sehidup semati / mending pilih yang aman cumi rebus calon suami rekening bagus / cumi rebus calon suami rekening bagus / cumi rebus calon suami rekening bagus aku takut-takut lagi

Lita Darawangi – Ngamen

penumpange longgar tenan, supire gal-ugalan / cukuran lanang, semiran abang / sayang untune bathikan kopi lambada iku ngono ra sepiro mas, ibarat aku nduwe konco / tibane gendeng anyaran, ditabok setan iku ngono ra sepiro mas, ibarat aku nduwe tonggo

Lita Darawangi – Ngamen 2

telung sasi mak aku urung bayaran mak dongamu mandhi tenan / koyok ngene rasane wong ora duwe / nduwe pisan diece karo kancane eling-eling manungso bakale mati / dipendem jero diapit bumi ono kubur iku akeh pandoso / ben no kerasan yen ono kuburan neng akhirat ora ono montor liwat

Suliana – Dua Kursi

tak pernah engkau makan / kalau hanya kopi yang ku suguhkan / di luaran rumah kau macam-macam, sayang / awas awas awas awas satu kali kau salah melangkah, bibirmu laik berdusta / pada orang, pada orang lain tak ku mau lelaki yang dipuja menduakan cinta

Suliana – Semakin Sayang Semakin Kejam

terlalu banyak jahitan luka, tak sanggup ku menahan sakit / sudah sudahlah kita cari jalan-jalan sendiri / biarlah jalinan kisah kasih berakhir sampai di sini semakin sayang aku padamu, semakin kejam perlakuanmu / sedih sedih rasa hatiku, bisa bisa sakit jiwaku

Suliana – Secawan Madu

dirimu pula yang menghancurkan / kau balas dengan kecuranganmu pandainya engkau bersilat lidah / setelah pintu hatiku telah terbuka untukmu / bak tertusuk seribu duri secawan madu yang kau berikan / tapi mengapa kau tumpahkan kau bangun cinta yang menjanjikan

Anna Cabik – Salah Masuk

salah masuk, kamu sengaja / salah masuk, kau tipu aku / salah masuk, kau kelewatan / salah masuk, kau keseringan / katamu akulah pujaanmu / katamu kau ingin mencumbuku / katamu kau ingin membelaiku / kau bilang cinta / salah masuk, kamu yang salah

Boy Sahara – Aku Meriang

yang, aku meriang / yang, aku galau / rinduku makin membara / merindukan kasih sayang / rindu belai kasih sayang meriang aku meriang / sampai kapan ku meriang yang, aku sakit / merindukan kasih sayang yang, aku kangen / yang, aku galau / yang, aku meriang

Fakhrul Razi – Ya Iyalah

namun belum kau peluk dekapanku aku bagaikan malam / aku bagai tanah gersang / ku mau diriku menjadi pendampingmu / nanananana nanananana nanananana ya iya iya kau menggantungku, kau menggantungku / ku mau diriku menjadi pendampingmu / ku mau diriku menjadi pendampingmu